, Hong Kong
1255 views

Hong Kong healthcare dorong kejelasan harga, uji klinis, dan kapasitas bioteknologi

Enam dari 10 pasien tunda pengobatan akibat kekhawatiran biaya.

Sektor healthcare Hong Kong tengah mengalihkan fokus ke transparansi harga, kapasitas uji klinis, dan infrastruktur bioteknologi, seiring perusahaan asuransi, rumah sakit, dan perusahaan life science merespons ketidakpastian biaya yang meningkat serta celah dalam kapasitas pengembangan obat.

Arjan Toor, CEO, Health di Prudential plc, mengatakan kekhawatiran soal keterjangkauan biaya lebih banyak dipicu oleh minimnya kejelasan di awal, ketimbang besaran biaya pengobatan itu sendiri, yang kerap membuat orang menunda mencari perawatan.

“Ini bukan soal biaya secara absolut, melainkan lebih ke ketidakpastian yang dihadapi orang-orang, karena tidak tahu berapa biaya pengobatannya, apa saja yang ditanggung asuransi, dan pada akhirnya berapa yang harus mereka bayar sendiri,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Toor mengatakan enam dari 10 pasien di Hong Kong menunda pengobatan karena khawatir soal biaya, mengutip riset Patient Voices dari Prudential yang mensurvei lebih dari 4.200 pasien di empat pasar Asia. Lebih dari separuh responden di Hong Kong juga mengaku tagihan akhir mereka lebih tinggi dari perkiraan awal.

Inflasi biaya medis di Hong Kong diperkirakan mencapai 9,9% pada 2026, menurut Mercer Marsh Benefits, bagian dari Marsh & McLennan Companies, Inc. Lembaga ini juga mencatat Asia mencatatkan tingkat tren biaya medis tertinggi di dunia pada 2025, yakni 13%.

Kwok Quek Sin, Group Chief Business Technology Officer di IHH Healthcare Berhad, mengatakan kecerdasan buatan (AI) kini dimanfaatkan untuk memperbaiki estimasi biaya, visibilitas cakupan asuransi, serta perencanaan biaya yang ditanggung sendiri oleh pasien.

“Setiap kali pasien akan ke rumah sakit, selain mengkhawatirkan kondisi kesehatannya sendiri, mereka juga harus memikirkan biayanya,” ujarnya dalam wawancara terpisah.

Ia menekankan bahwa AI sebaiknya diterapkan sebagai alat operasional, bukan sekadar investasi yang mengikuti tren, dengan fokus pada hasil klinis, efisiensi rumah sakit, dan pengendalian biaya.

Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee Ka-chiu mengatakan dalam Asia Summit on Global Health pada Mei lalu bahwa isu utama kini bergeser ke soal apakah teknologi kesehatan bisa diubah menjadi alat yang bermanfaat secara klinis, layak secara komersial, dan terjangkau dalam skala besar.

Ia mengatakan Hong Kong berencana memperluas kapasitas uji klinis dan memperbaiki jalur dari riset menuju aplikasi komersial. Ia menyebut Greater Bay Area International Clinical Trial Institute, yang dioperasikan oleh University of Hong Kong, sebagai bagian dari upaya tersebut.

Anggaran pemerintah untuk 2026-2027 memuat kerangka riset teknologi life and health bertajuk “One plus Three” yang berpusat di Hetao Hong Kong Park, sementara policy address 2025 mengusulkan pembentukan regulator produk medis serta jalur persetujuan obat yang lebih cepat.

Zhu Tian, co-founder sekaligus CEO GenEditBio Ltd., mengatakan Hong Kong masih kekurangan kapasitas contract manufacturing bersama untuk terapi tingkat lanjut (advanced therapies).

“Untuk produk biologis, prosesnya adalah produk itu sendiri,” kata Zhu. “Jadi kami harus mencurahkan banyak sumber daya dan waktu untuk kimia, manufaktur, serta penyempurnaan dan optimalisasi kontrolnya.”

Ia menambahkan bahwa fasilitas manufaktur bersama di Hetao dapat membantu startup melangkah dari riset laboratorium menuju uji coba tahap awal pada manusia.

Zhu juga menyoroti perbedaan regulasi antarpasar serta kondisi permodalan yang tidak merata sebagai kendala utama bagi pengembang terapi sel dan gen.

“Kami perlu memastikan modal yang tersedia cukup,” ujar Zhu. “Lingkungan pasar modal masih diliputi sejumlah ketidakpastian, sehingga untuk setiap tahap perkembangan bioteknologi, strategi exit-nya perlu lebih seimbang.”
 

Follow the link s for more news on

Rumah bekas bersubsidi tarik minat pembeli apartemen swasta

Kebijakan ini mendongkrak turnover dengan mempercepat realisasi permintaan, bukan menaikkan volume dalam jangka panjang.

Hong Kong healthcare dorong kejelasan harga, uji klinis, dan kapasitas bioteknologi

Enam dari 10 pasien tunda pengobatan akibat kekhawatiran biaya.

Perusahaan asuransi Hong Kong catat kinerja melemah pada 2024 seiring penurunan premi

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Otoritas Asuransi (Insurance Authority) untuk tahun fiskal 2024.

Pelonggaran sewa tarik kembali peritel ke jalanan Hong Kong

Toko di lantai dasar menawarkan visibilitas lebih tinggi bagi peritel makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Pengembangan obat tradisional Tiongkok di Hong Kong bergantung pada perbaikan digital dan talenta

Kuota rawat jalan bersubsidi di CMHHK sudah terisi penuh pada bulan pertama pembukaannya.

Hong Kong perluas jaringan layanan primer dalam dorongan reformasi kesehatan

Pusat kesehatan akan menyediakan skrining, pemeriksaan kesehatan, dan manajemen penyakit kronis.

Bank-bank Hong Kong kehilangan talenta terbaik akibat proses rekrutmen yang terlalu panjang

Perekrutan naik 2,5% di 15 bank berdasarkan survei tahunan Asian Banking & Finance.

Savills memelopori tur properti virtual tingkat berikutnya di Hong Kong

Klien yang melihat model interaktif 3D itu dapat melihat seluruh properti, penyewa, dan komunitas.

Lareina Wang dari DBS bercerita tentang alasan panutan penting bagi perempuan di dunia perbankan

Hanya 20% bankir di level C-Suite dan yang memegang peran kepemimpinan senior di Hong Kong adalah perempuan.

DBS Hong Kong menawarkan kombo pinjaman instan dan kartu kredit two-in-one

Nasabah hanya perlu memindai HKID mereka untuk mendapatkan uang tunai dan kartu digital dalam satu aplikasi.